Scroll untuk baca artikel
Biru-dan-Merah-Geometris-Tebal-Berita-Terkini-Kabar-Ekonomi-Video-Seluler
Example floating
Example floating
Biru-dan-Emas-Modern-Tabligh-Akbar-Isra-Miraj-Banner-468-x-200-mm
Berita

Solusi Mengejutkan Kemen PPPA Soal Sekolah Rakyat Banyuwangi Belum Ramah Anak

49
×

Solusi Mengejutkan Kemen PPPA Soal Sekolah Rakyat Banyuwangi Belum Ramah Anak

Sebarkan artikel ini
Red-Gold-Festive-Happy-New-Year-2025-Greeting-Video-468-x-216-piksel-1

Banyuwangi, rajawalitujunews.com – Fakta mengejutkan terungkap! Sekolah Rakyat Banyuwangi ternyata belum sepenuhnya memenuhi standar pendidikan ramah anak. Namun, kabar baiknya, Kemen PPPA langsung turun tangan dengan membawa solusi strategis untuk menjadikan sekolah ini model Satuan Pendidikan Ramah Anak di Indonesia.

Kemen PPPA Soroti Sekolah Rakyat Banyuwangi

Coklat-Kuning-Minimalis-Promosi-Makanan-Ikan-Bakar-Cerita-Instagram

Dalam kunjungan monitoring dan evaluasi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan perlindungan anak (Kemen PPPA) bersama Kementerian Sosial menemukan adanya kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di Sekolah Rakyat Banyuwangi.

Staf Khusus Menteri Bidang Perlindungan Anak, Zahrotun Nihayah, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak boleh hanya fokus pada pengentasan kemiskinan, tetapi juga memastikan hak pendidikan, kesehatan, pengasuhan, serta perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi bagi setiap anak.

Sekolah Rakyat hadir untuk mencetak generasi unggul dan berdaya. Anak-anak harus merasa aman, terindungi, dan dididik dengan nilai-nilai luhur,” tegasnya.

Solusi Mengejutkan: Integrasi Pendidikan Ramah Anak

Hasil evaluasi akan di jadikan dasar untuk mengintegrasikan prinsip pendidikan ramah anak ke dalam sistem penyelenggaraan Sekolah Rakyat Banyuwangi. 

Kemen PPPA menargetkan sekolah ini bukan hanya tempat belajar, tetapi juga lingkungan yang mendidik sekaligus melindungi anak.

Menurut Endah Sri Rejeki, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak Wilayah III, ada enam indikator penting yang harus di penuhi, antara lain:

  • Kebijakan sekolah ramah anak.
  • Partisipasi anak dalam pembelajaran.
  • Pelibatan orang tua, wali asuh, masyarakat, dan dunia usaha.
  • Penguatan kapasitas guru serta tenaga kependidikan.
  • Sarana prasarana ramah anak.
  • Proses pembelajaran yang aman, inklusif, dan menyenangkan.

Sekolah Rakyat Banyuwangi bisa menjadi model nasional jika seluruh indikator ramah anak di penuhi,” jelas Endah.

Fokus pada Pencegahan Kekerasan dan Perlindungan Khusus

Tak hanya itu, Susanti, Asisten Deputi Perlindungan Anak Kondisi Khusus, menambahkan indikator tambahan yang menyoroti pencegahan kekerasan di sekolah. 

Termasuk di dalamnya mekanisme pengaduan, standar pelayanan ramah anak, hingga aksesibilitas bagi anak penyandang disabilitas.

Dengan langkah ini, Kemen PPPA berharap Sekolah Rakyat Banyuwangi benar-benar menjadi benteng perlindungan anak, bukan sekadar lembaga pendidikan biasa.

Harapan Besar untuk Generasi Islami dan Unggul

Langkah pemerintah ini menjadi sinyal kuat bahwa pendidikan ramah anak di Banyuwangi akan menjadi prioritas. 

Harapannya, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga tumbuh dalam lingkungan aman, berkarakter islami, dan siap menghadapi tantangan global.

Masyarakat Banyuwangi pun menaruh harapan besar. 

Dengan dukungan pemerintah, Sekolah Rakyat Banyuwangi bisa menjadi contoh nyata bahwa pendidikan di Indonesia bukan hanya soal angka partisipasi, tetapi juga tentang perlindungan, inklusivitas, dan masa depan anak bangsa.

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *